Hi Traveller!
"Aduh sialan, si si Doel anak Betawi asli
Kerjaannye sembayang mengaji
Tapi jangan bikin die sakit hati"
Sepenggalan lirik lagu tersebut tiba-tiba terbersit di otak saya saya memasuki Perkampungan Betawi Situ Babakan. Sebenarnya sudah lama tahu tempat ini karena saya sering melewati jalan di depan gerbang perkampungan betawi ini. Dan kebetulan suami saya adalah putra betawi asli.
 |
| Rumah betawi |
Berhubung Hana sedang demam kemarin, saya dan suami membatalkan jalan-jalan keluar kota karena kasihan dengan Hana, khawatir kalau dia terlalu lelah. Akhirnya mejelang sore kami keluar sebentar, dan saat melewati gerbang perkampungan betawi kami pun memutuskan untuk masuk ke dalamnya.
Setelah masuk gerbang, kita tidak langsung melihat danau atau rumah-rumah adat betawi, melainkan pemukiman penduduk seperti pada umumnya. Yang berbeda adalah beberapa rumah dipemukiman tersebut dengan ornamen-ornamen khas Betawi. Lingkungan pemukiman nya sangat bersih.
Lalu tibalah di Danau Setu Babakan di Perkampungan Betawi ini. Biaya masuk yang harus dibayar hanyalah Rp. 3.000,- per mobil dan Rp. 2.000,- per sepeda motor.
 |
| Hana di pinggir danau |
Kami mengawalinya dengan menyelusuri sisi kanan danau dari pintu masuk, awalnya saya kira kami bisa mengelilinginya, ternyata jalan buntu diujung.
 |
| Jalan buntu danau |
Tetapi di sisi kanan ini terletak bangunan-bangunan khas betawi.
 |
| Mari masuk ke perkampungan betawi |
 |
| Pendopo |
Saat masuk ke gerbang perkampungan budaya betawi kita langsung disuguhkan pemandangan beberapa rumah khas betawi dan terdapat pendopo yang terlihat beberapa pemuda yang sedang latihan pertunjukan.
 |
| Papan mirip majalah dinding |
 |
| Rumah khas betawi 1 |
 |
| Rumah betawi 2 |
Untuk kalian yang ingin melaksanakan ibadah solat saat mengunjungi tempat ini, tidak usah khawatir karena disini terdapat Mushola yang bangunannya sangat unik khas betawi.
 |
| Bangunan Mushola khas betawi |
 |
| Tempat wudhu |
Untuk tempat disisi kanan tepi danaunya di batasi dengan pagar besi.
 |
| Tepi danau di batasi dengan pagar besi |
Dilanjutkan ke sisi sebelah kiri dari pintu masuk. Ternyata dari sisi sebelah kiri ini lebih ramai. Saya dan keluarga memutuskan untuk duduk di kursi -kursi yang telah di sediakan oleh warung-warung di tepi danau.
 |
| Situ babakan |
 |
| Terlihat beberapa orang tengah memancing |
Dari pinggir danau angin terasa sepoi-sepoi tak kalah seperti dipantai. Kita dapat menyaksikan Tim SAR yang sedang latihan, orang yang sedang latihan dayung, banyak orang memancing, dan jajan-jajan khas perkampungan betawi (Seperti bir pletok dan kerak telor) banyak juga jajanan khas rumahan disini. Disini juga ada bebek-bebekan yang bisa kita naiki bersama keluarga mengelilingi danau.
Berhubung lapar, kami memutuskan untuk memesan camilan dan makanan di warung pinggir danau.
 |
| Angin sepoi-sepoi |
 |
| Mie Rebus dan kopi |
 |
| Dimsum |
 |
| Rujak |
 |
| Price list makanan dan minuman di salah satu warung |
Untuk makanan dan minuman disini semua standar dan bisa dibilang murah untuk ukuran tempat wisata.
Tempatnya sangat strategis, bersih, nyaman dan sejuk karena angin semilir. Disini kita juga bisa lebih mengenali budaya Betawi. Recommended place di Ibukota Jakarta yang sudah sangat sulit untuk menemukan tempat seperti ini. Mungkin kita bisa membayangkan benar-benar berada di perkampungan betawi beberapa abad terakhir. Dan yang paling penting adalah kita tidak perlu merogoh kocek yang dalam untuk kesini.
Semoga informasi diatas bermanfaat untuk para pembaca yang belum pernah kesini atau hanya sering lewat seperti saya dulu agar tidak hanya penasaran dan menyempatkan waktu untuk mampir ke tempat ini.
Setu Babakan Perkampungan Betawi
Jl. Mohammad Kahfi II RT. 13 / RW. 08, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan
Daerah Khusus Ibukota Jakarta