Tampilkan postingan dengan label Family Trip. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family Trip. Tampilkan semua postingan

Selasa, Maret 28, 2017

Pantai Alam Indah (PAI) Tegal Makin Menarik

PAI Tegal

Hiii.... Selamat datang di Kota Bahari Tegal. Kota yang terkenal dengan warung nasinya (warteg) yang ada dipenjuru nusantara terutama didaerah Jabodetabek. Dialek nya yang ngapak yang terkenal dengan Tegal Laka-Laka.

Kali ini, saya akan berbagi pengalaman saat jalan-jalan ke Jawa Tengah beberapa waktu lalu. Destinasi pertama kami adalah Pantai Alam Indah (PAI) Tegal. Setelah keluar dari tol cipali, kami memutuskan istirahat sebentar di Kota Tegal. Kebutulan GPS menunjukkan lokasi kami berada saat itu sangat dekat dengan Pantai Alam Indah (PAI).


Kota ini tidak terlalu asing untuk saya, karena beberapa tahun lalu saya pernah explore kota dan Kabupaten Tegal bersama teman-teman alumni kampus dalam rangka kondangan sekaligus jalan-jalan mengisi waktu weekend. Ini merupakan kedua kalinya saya menyambangi  tempat ini, sudah lumayan banyak perubahan ternyata, dan lebih menarik.

PAI 2014
Uniknya dipantai ini terdapat bangkai kapal yang sangat besar. Pantai ini merupakan salah satu tujuan wisata primadona di Kota Tegal. Selain letaknya yang sangat strategis, tiket masuk untuk menikmati pantai ini cukup murah meriah.

Tiket masuk PAI
Tiket masuk dewasa: Rp. 2.000,-
Tiket masuk anak-anak: Rp. 1.000,-
Parkir mobil : Rp. 2.000,-
Toilet/kamar bilas: Rp. 2.000,-
Mie Ayam PAI

Makanan disini juga sangat murah meriah.
Mie Ayam : Rp. 10.000,-  per porsi
Kopi : Rp. 4.000,- per gelas

Fasilitas yang terdapat di Pantai Alam Indah Tegal ini diantaranya, water boom, area parkir yang luas
masjid, monumen bahari, anjungan, kampung seni, panggung hiburan, warung-warung di sepanjang pantai, perahu wisata dan gardu pandang.

Hana suka liat pantai
Tempat yang tepat untuk berwisata bahari bersama keluarga

Tempat yang asik dan murah meriah jika ingin berwisata bahari sekaligus mencari inspirasi untuk menulis. Jika dibandingkan dengan pantai lain di pulau jawa, mungkin PAI ini mirip dengan Pantai Ancol di Jakarta  yang sekarang. Hanya saja lebih alami daripada pantai Ancol.

Pantai Alam Indah di tahun 2017

PAI pun mulai dipercantik dengan dipasangnya signage tulisan besar seperti yang ada di Pantai Losari sehingga para netizen beramai-ramai berselfie ria di sana.

Sebaiknya ada ke pantai ini saat sore hari, dikarenakan sangat terik jika ke tempat ini di siang bolong (yaiyalah), tapi berhubung saya orangnya antri mainstrem jadi kesana saat siang bolong.

Menurut saya PAI adalah layak menjadi list destinasi saat berkunjung ke kota Tegal. Bagaimana menurut anda? 

^_^ v

Kamis, Desember 29, 2016

Family Time di Jungleland

Hi Jungleland
Sebenarnya sudah beberapa kali lewat tempat ini jika kebetulan sedang melintas di daerah sentul. Tetapi baru sempat melipir beberapa waktu lalu bersama anak dan suami.

Kami berangkat sekitar jam 7 pagi dari Bekasi menuju sentul. Karena sebelumnya saya dan suami memperkirakan akan sampai tujuan kurang dari pukul 9 pagi karena kami berencana lewat tol.

Tetapi tenyata rencana tidak sesuai dengan ekspektasi dikarenakan kami terkena macet di beberapa titik sehingga sampai tujuan pukul setengah 10 pagi. Kami kesana saat weekend tepatnya di hari sabtu.
Area parkir VIP dan Parkir VIP card
Sesampainya disana kami tidak mendaptkan tempat parkir karena telah penuh, yang tersisa hanya parkir VIP yang dikenakan biaya 50 ribu rupiah. Akhirnya kami memutuskan untuk parkir di parkir VIP yang untungnya dekat dengan gerbang masuk jungleland.

Untuk yang menggunakan kendaraan umum tidak perlu khawatir, ternyata tempat rekrreasi ini sangat letaknya sangat dekat dengan terminal bus.
Tiket masuk setelah di diskon ponta
Untuk tiket masuk, saat saya kesana adalah weekend sehingga dikenakan biaya 230 ribu perorang, kebetulan saya mendapatkan promo dengan menggunakan kartu ponta sehingga kami hanya membayar 115rb perorang. Tinggi Hana 95cm, sehingga harus membayar tiket, karena batas tinggi untuk membayar tiket adalah 90cm.

Disini dengan mebayar tiket masuk, kita dapat bermain di seluruh wahana sepuasnya. Banyak sekali wahana disana, tetapi kami hanya naik beberapa. Wahana yang jadi pilihan favorit biasanya adalah wahana yang bisa dinikmati oleh semua usia seperti kincir, kereta.
Kincir
Saat kami kesana, situasi di lokasi sangatlah ramai, bagaimana tidak, saat itu terdapat 2 atau lebih perusahaan yang sedang mengadakan family gathering.
Ramainya pengunjung dari beberapa perusahaan
Jujur saya langsung kurang nyaman, dikarenakan penuhnya lokasi saat itu. Sepertinya kami datang di waktu yang kurang tepat. Semua sudut tempat ini penuh, dan untuk wahananya, jangan ditanya, antriannya sampai mengular. 
Antrian naik kereta selama 2 jam
Yang paling epic adalah antrian kereta yang bisa dinaiki oleh semua usia. Kami harus mengantri 2 jam untuk naik kereta yang berkeliling junglelan kurang lebin 15 menit.
Bahkan Hana sampai ketiduran saat antri, disekeliling saya banyak sekali orangtua yang membawa balita mengantri untuk menikmati wahana ini.

Setiap wahana biasanya memiliki jalur cepat yang memberikan fasilitas spesial kepada orang-orang yang rela membayar lebih dari jalur normal. Tetapi sepertinya mungkin ada beberapa orang yang belum mengerti akan skema ini, sehingga saat ada pengunjung yang melalu jalur cepat maka banyak pengantri yang emosi, marah-marah dan menyoraki si penumpang jalur cepat dan petugas.
Petualangan Hana di Jungleland
Agak kasihan melihat Hana, dia sangat antusias menaiki semua wahana anak-anak, tetapi beberapa kali dia harus ditolak saat mengantri dikarenakan tingginya belum mencapai 100cm.
Karena kebanyakan wahana dengan minimal tinggi badan 100cm dan 110cm. Bagaimana Hana bisa naik, padahal dia sudah bayar sendiri. Sampai-sampai Hana bertanya "Kok ini gak boleh, itu gak boleh sih mah, terus Hana bolehnya yang mana lagi?"
Dunia dino Jungleland
Salah satu yang membuat kami mengunjungi Jungleland adalah Dunia Dino. Awalnya saya kira Dinosaurusnya terdapat di luar, ternyata Dunia Dino ada didalam ruangan yang agak gelap, sehingga Hana agak takut saat masuk karena gelap sekali.
Dunia Dino
Untuk makanan yang dijual di dalam dengan range harga 35 atau 40 ribuan untuk makanan seperti bakso, nasi goreng, ayam goreng/bakar. Untuk pop mie seharga 10 ribu per cup.
Hana menunggu bakso dan sop durian
Kalau untuk makanan tidak terlalu banyak pilihan juga didalam. Tetapi diluar ada KFC, ada juga warung bakso yang lumayan enak dan tidak mahal sekitar 20rb an.
Hana bersama mama papa
Saran saya, jika anda ingin berkunjung ke jungle land bersama keluarga, alangkah baiknya jika membawa bekal agar lebih hemat, datang lebih pagi saat weekend agar mendapatkan tempat parkir, manfaatkan promo untuk tiket masuk (dengan ponta, flash dll)
Hana dan mama
Jangan lupa membawa payung untuk berjaga-jaga jika hujan, satu lagi menurut saya ke jika ingin mengajak putra-putri anda menikmati wahana disini, pastikan tinggi anak anda minimal 100 atau 110cm, dikarenakan kebanyakan wahana anak-anak minimal dengan tinggi badan tersebut.

Hana dan papa


Naik mobil-mobilan

Gerbang Jungleland


Hana ngapain ya?

Sekian sharing pengalaman keluarga kami saat berekreasi ke Jungleland. Semoga bermanfaat :)






Kamis, Agustus 25, 2016

Menghabiskan Sore di Pantai Festival Ancol

Hi Traveller!

Kali ini masih dengan review jalan-jalan di daerah Ancol. Setelah mengunjungi Seaworld dan Ocean Dream, saya dan keluarga melanjutkan perjalanan ke pantai Ancol, tepatnya di Pantai Festival. Walaupun saya kecil sampai dewasa di daerah Jakarta dan sekitarnya, tetapi ini baru ketiga kalinya saya jalan-jalan di pantai Ancol. 

Pertama kali ke tempat ini adalah ketika saya kelas 1 SMA. Saat itu sekolah saya mengadakan study tour ke Seaworld lalu dilanjutkan dengan jalan-jalan ke pantai Ancol. Masi ingat sekali kala itu tentang keadaan pantai Ancol saat saya study tour ke sana sekitar tahun 2004. Kondisi pantainya sangat kotor sekali, sampah berserakan dimana-mana dan tercium bau-bau yang tidak sedap.

Kedua kalinya, saya kesini bersama suami saya sebelum kami menikah sekitar awal tahun 2015. Awalnya, suami saya tidak mau saat saya minta jalan-jalan ke pantai ancol, dia bilang alay. Hihihi... Tetapi saya yang saat itu memang sangat ingin sekali melihat suasana pantai dan kebetulan pantai terdekat adalah pantai Ancol, akhirnya suami saya menurutinya. Dan benar sekali, banyak sekali abg-abg disana hahahha rata-rata remaja belasan tahun yang ketempat ini saat itu. Tetapi saya terfokus pada keadaan pantai yang jauh sekali dengan saat saya datang waktu Study Tour SMA dulu. Keadaan pantainya sangat bersih, tidak terlihat sampah berserakan.

Kemarin, saya bersama suami dan anak berkunjung kembali kesini, keadaannya makin bagus. Tempatnya bersih, saya tidak mencium bau-bau yang tidak sedap lagi disini. Saat kami kesana pada 17 Agustus 2016 suasana sangat ramai. Kebanyakan yang berkunjung adalah keluarga membawa anak, tapi ada juga beberapa gerombolan remaja yang sedang bergroupie ria di pantai ini.

Pantai Festival Ancol
Masuk ke tempat ini tidak dikenakan biaya alias gratis. Begitupun dengan parkirnya juga gratis.
Berhubung saya dan suami sudah lapar, kami memutuskan untuk makan di warung-warung pinggir pantai. Kami memesan soto ayam dan ayam penyet. Agak bosan menunggu pesanan kami yang hampir 1 jam menunggu baru jadi. Padahal pembeli tidak terlalu ramai.

Hana nampak lelah dan mengantuk 

Papa bete keburu laper
Saking lamanya menunggu pesanan saya mengajak Hana bermain di pinggir pantai.
Hana mulai semangat saat diajak menuju pantai
Ini pertama kalinya saya mengajak Hana ke pantai, dia kelihatan sangat senang dan exited sekali melihat banyak sekali air dipantai ditambah angin yang sepoi-sepoi menjelang senja.

Hana exited pertama kali ke pantai
Menikmati semilir angin pantai 
Senyum-senyum sendiri
Liatin abang-abang penjual topi
Tidak lama kemudia suami saya menelepon, memberitahu kalau pesanan sudah tersaji. Dan kami pun makan.

Soto Ayam = Rp. 20.000,00 per porsi
Ayam penyet = Rp. 28.000,00 per porsi
Nasi putih = Rp. 6.000,00 per porsi

Soal rasa untuk soto ayam nya menurut saya tidak ada rasanya, rasanya hanya seperti makan kol+ayam suwir disiram kuah kaldu rebusan ayam. Bisa banyangkan sendiri rasanya seperti apa, gak worth it banget lah pokoknya. Tetapi kalau kata suami saya untuk ayam penyet, sambelnya lumayan enak.

Selesai makan, suami saya meminta ijin untuk mojok sebentar untuk mengetik beberapa berita online.

Si papa lagi mojok nulis berita online
Akhirnya saya mengajak Hana kepantai lagi untuk berselfie. Semakin menjelang magrib, pantaipun semakin ramai.

Pantai semakin ramai
Angin sepoi-sepoi

Mama dan Hana selfie
Tidak lama kemudian suami saya menghampiri kami setelah selesai mojok mengetik berita.
Papahnya keliatan lengannya doang
Setelah beberapa menit duduk-duduk bertiga, kamipun pulang menuju rumah.

Jalanan yang sangat macet menuju pintu keluar Ancol

Sekedar saran, jika ingin menikmati pantai lebih baik jika di hari biasa supaya agak sepi suasanya, karena kalau terlalu ramai jadi kurang enak dan bagi yang suka selfie berlatarkan pantai akan kesulitan, karena selalu ada saja orang yang sedang berselfie juga di foto kita saking padatnya suasana pantai saat itu.

Dan lagi, kami membutuhkan waktu hampir 1 jam untuk keluar pintu Ancol dari pantai karena padatnya kendaraan yang akan keluar dari Ancol.

Sekian pengalaman saya dan keluarga menghabiskan sore di hari peringatan kemerdekaan R1. Semoga bermanfaat untuk pembaca yang sedang mencari referensi tempat rekreasi ramah anak di Jakarta.

^_^

Minggu, Agustus 21, 2016

Menjelajah Seaworld Ancol

Hi Traveller!

Kali ini saya ingin membagi pengalaman saya dan keluarga kecil saya merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus 2016 di Seaworld Ancol. Terakhir ke Seaworld pada saat study tour kelas 1 SMA. Baru sekarang kembali lagi berkunjung ke tempat ini karena Hana suka sekali melihat ikan.
Fyi, beberapa tahun lalu Seaworld sempat ditutup loh, tetapi Alhamdulillah sekarang sudah dibuka kembali.

Sebelum masuk ke Seaworld, kami harus masuk melalui pintu gerbang utama Ancol, dengan membayar biaya masuk 25.000 perorang dan untuk mobil dikenakan biaya 20.000.

Ternyata Hana belum dikenakan biaya masuk gerbang ancol, jadi total yang kami bayar untuk masuk ke Ancol adalah:

Dewasa 2 Orang : 2 x 25.000 = 50.000
Mobil :20.000
Total = 70.000 rupiah

Lalu dilanjutkan dengan masuk ke Seaworld. Berhubung kami sampai disana masih pagi, yaitu sekitar jam 9, maka parkiran di depan Seaworld masih kosong.

Pintu masuk Seaworld
Yipiii, mari masuk ke dalam Seworld, kita menuju tempat pembelian tiket terlebih dahulu.

Tempat pembelian tiket
Pernak-pernik hari kemerdekaan RI di Seaworld
Terlihat pernak-pernik yang meramaikan perayaan hari kemerdekaan RI. Untuk tiket, kami memilih untuk membayar tiket bundling untuk masuk ke Seaworld dan Gelanggang Samudra.
Berhubung Hana tingginya sudah lebih dari 80cm, maka dia sudah bayar tiket masuk.

Masing -masing individu dikenakan biaya 200.000 rupiah. Jadi, kami membayarkan 3 x 200.000 = 600.000 rupiah untuk tiket masuk.

Tiket individu Seaworld

Tiket Bundling Seaworld + Gelanggang Samudra
Tiket sudah ditangan, mari mulai berpetualang di Seaworld Ancol. Sebelum masuk, tangan kita di stempel dahulu sebagai tanda masuk ke Seaworld.

Stempel ditangan tanda masuk Seaworld
Ada banyak sekali aquarium besar disini yang berisi ikan-ikan yang unik dan lucu-lucu.

Akuarium 1
Akuarium 2
Saya tertarik dengan ikan merah putih, ini dia penampakan ikannya.

Ikan kakap merah putih

Kakap merah putih

Mari kita lihat akuarium yang lain nya:


Akuarium ikan buntal
Akuarium banyak terumbu karangnya
Akuarium hiu
Hana dan papah melihat ikan di akuarium
Shark Akuarium
Mobil Akuarium
Ada ikan di dalam mobil

Ada ikan di box telepon umun
Misteri kehidupan laut dalam
Pukul 10 lewat kebetulan sekali di akuarium utama Seaworld di selenggarakan pengibaran bendera oleh kakak-kakak penyelam. Semua orang yang berada di tempat ini sangat antusias mengikuti upacara pengibaran bendera du bawah air.

Tiang bendera sudah disiapkan

Kakak guide membagikan bendera merah putih kepada pengunjung
Suasana di depan akuarium utama semakin padat
Hana hormat saat mendengarkan lagu Indonesia Raya
Hana dan mama selfie
Selesai upacara pengibaran bendera di akuarium utama, kami menuju akuarium yang berbentuk terowongan. Ini adalah tempat yang menjadi ciri khas di Seaworld ini.
Suasana terowongan yang sangat padat
Diterowongan ini, kita bisa melihat berbagai macam ikan yang wara-wiri. Hana suka sekali dengan ikan pari yang sering sekali mondar-mandir diatas kami. Kami juga bertemu dengan para kakak-kakak penyelam yang mengibarakan bendera merah putih di akuaium utama, dan Hana pun menyapa nya dengan mlambaikan tangan.
Kakak penyelam melambaikan tangan ke arah Hana

Setelah puas bermain-main melihat-lihat ikan di banyak akuarium, kami menuju tempat penjualan souvenir. Ada banyak sekali souvenir di tempat ini, ada boneka, topi, magnet, gantungan kunci, sandal, bingkai dan lain-lain.
Hana dan papa di tempat penjualan souvenir
Setelah melihat sana-sini, akhirnya Hana memilih boneka kuda laut berwarna pink. Hana selalu memilih sesuatu yang unik dan jarang dipasaran untuk di beli jika kami jalan-jalan.

Kuda laut pink berponi pilihan Hana
Harga boneka kuda laut pink pilihan hana kurang lebih 66.000 rupiah saja lho :D

Setelah kurang lebih 3 jam berada di dalam Seaworld, kamipun bergegas untuk menuju tempat rekreasi yang lainnya di Ancol.

Terima kasih Seaworld yang telah mengenalkan kami tentang biota-biota laut. Dan baru kali ini saya berkesempatan menyaksikan secara langsung pengibaran bendera di bawah air.

Sampai jumpa lagi seaworld

Untuk informasi bisa di cek melalui:
https://www.ancol.com/destinasi/seaworld-ancol

Semoga informasi tentang seaworld di hari kemerdekaan RI bisa bermanfaat untuk para pembaca dan traveller. Untuk para orangtua, tempat ini sangat recommended untuk mengajak putra - putri anda mengenal hewan-hewan laut dan berinteraksi langsung dengan mereka.

^^