Sabtu, Juni 11, 2016

Toleransi seperti apa yang dimaksud?

  10 comments    
categories: ,
Hi Reader!

Agak gatel juga nih tangan jadinya mau ngetik curahan pendapat saya buat kejadian yang beberapa hari terakhir ini jadi headline di hampir semua media massa dan sosial media. Ya di bulan yang penuh berkah ini beberapa hari yang lalu kita diperlihatkan pemberitaan tentang seorang ibu yang berjualan nasi disiang hari pada bulan Ramadan ini. Siapa sih yang gak terenyuh melihat video penertiban warung makan si ibu oleh satpol PP yang terlihat kasar pada video tersebut?
Jujur saya sangat sedih dan prihatin sekali melihat video penertiban tersebut.
Bahkan ada seseorang demi menunjukkan rasa simpatinya dengan mengajak orang-orang berdonasi untuk ibu itu dengan nominal 10 ribu rupiah, and see kekuatan sosial media berbicara terakhir saya update diberita sudah terkumpul 170an juta, tidak tahu sekarang sudah berapa.
Sayapun ikut mengshare berita tersebut ke facebook saya, tapi saya heran ada saja teman yang berkomentar bahwa itu merupakan donasi yang tidak berguna. Ah sudahlah namanya juga manusia pasti punya pendapat yang berbeda-beda. Bahkan ada blogger yang mengatakan kalau donasi  untuk ibu itu adalah kebodohan. Beliau menyamakan dengan kasus darsem TKI. Alhasil itulah salah satu artikel yang membuat saya gatel untuk menulis opini saya ini.
Gini loh ya, si mas pengajak donasi itu pasti gak akan nyangka kalau ajakannya itu akan menjadi viral dan mencapai ratusan juta rupiah dalam waktu beberapa hari, mungkin awalnya si mas pengajak donasi hanya ingin melakukan aksi nyata kepeduliannya kepada si ibu penjual nasi untuk mengembalikan modal dagangannya yang telah dirampas paksa oleh satpol pp dan sekedar membantu untuk THR si ibu penjual nasi. Dan ternyata semua diluar dugaan, ya itulah kekuatan sosial media jika telah menjadi viral. Beda dengan kasus darsem TKI yang memang ada target nominalnya karena untuk membayar pembebasannya kala itu.
Kalau menurut saya sah-sah saja siapapun yang melakukan donasi, toh donasi itu kan tanpa paksaan dan yang pasti pemberinya ikhlas dan sukarela memberikan donasi.
Lanjut masalah toleransi, kalau saya pribadi ya kalau memang saya sudah niat berpuasa ya gak akan tergoda kalau cuma melihat orang makan nasi bungkus, apalagi kalau yang makan itu diwarung atau dirumahnya ya bukan dipinggir jalan juga. Dan keberadaan ibu ini juga masih dibutuhkan bagi teman yang tidak menjalankan ibadah puasa atau buat wanita yang berhalangan sedang tidak berpuasa. Saya yakin kok mereka pasti makan juga gak seenaknya didepan kita yang berpuasa ini.
Jadi siapa yang salah?
Untuk kasus si ibu penjual nasi ini, saya sendiri belum berani beropini menentukan mana yang benar mana yang salah.
Kalau dari sisi si ibu penjual, katanya melenggar perda kota Serang tentang larangan berjualan makanan disiang hari di bulan Ramadan. Tapi ya kita sama-sama tahu kalau ini satu-satunya mata pencaharian si ibu. Menjelang hari raya apalagi pasti si ibu juga ingin membelikan baju buat anak-anaknya kan. Nah darimana si ibu dapet uang kalau bukan dati berjualan. Kalau kita pegawai kan punya THR atau gaji ke 13, nah kalau beliau?
Dari sisi petugas satpol PP, Mungkin banyak yang emosi liat petugas yang menertibkan warung si Ibu ini, tapi mereka kan bekerja sesuai perintah atasan dan ada perdanya.
Dari sisi pemerintah daerah, perda tersebut katanya sudah ada sejak tahun 2010, jadi memang sudah lama, yaitu periode pemerintahan yang lalu sudah ada. Dan perda pasti sudah disetujui pemerintah pusat kan pastinya.
Dari sisi Pemerintah Pusat, Tahun 2010 berarti sudah pemerintah terdahulu yang menyetujui dong, jadi ngakak saja kalau ada yang menyalahkan pemerintah pusat yang sekarang. Pemerintah pusat terdahulu pasti sudah melalui pertimbangan yang matang dong ya dalam hal persetujuan perda tersebut.
So, kalau opini saya sih ini seperti miss communication saja.
Seharusnya bapak - bapak petugas satpol PP dalam menertibkan seharusnya lebih pakai hati nurani lagi, tolong diperhalus jangan kasar terlebih hanya menertibkan wanita tua yang tak berdaya. Mungkin kalau cara para bapak petugas gak "over" seperti di video itu pasti si ibu gak akan sesedih itu. Dan mungkin netizen dan masyarakat gak akan semarah ini ke bapak petugas.
Tetapi memang dalam suatu kejadian pasti akan ada hikmahnya, semoga kita bisa lebih bijak dan memakai hati nurani dalam bertindak dan beropini.
Sekian opini saya, yang gak sependapat gak usah baper yes, just intermezo aja :).

1st Anniversary

  10 comments    
categories: ,
Hi Reader!

Baru ngeblog lagi nih, setelah beberapa hari off. Hehhehe
Bukan karena sibuk tapi emang lagi gak ada bahan yang buat dicurcolin.
Anyway hari ini setahun yang lalu akad nikah saya dan papah Lili Sunardi lho.....
Lalalayeyeye seingat saya waktu itu memang satu minggu menjelang bulan Ramadan, hari terakhir hanimun di magelang aja pas banget puasa pertama. Jadi keinget sahur seadanya dihotel soalnya belum ada makanan dihotel jam sahur. Untungnya malamnya kami sempet late dinner jam 11an jadi lumayan masih agak kenyang.
Tau gak sih kami sahur pake apa? Roti sama pop mie dong hahahhahaha first time sahur with suami seadanya gitu dihotel di hari terakhir honeymoon (daripada enggak ya hohoho).
Sebenarnya saya gak inget kalau semalam itu kan malam anniversary pernikahan kami, eh suami bilang "besok tanggal 12 ya?kita udah anniversary y? Hahahahhaha"
Langsung diem, eh jadinya baper hahahhahahaha habis no surprise, no flower, no gift, ucapan mesra dan sekedar kecupan kening (udah apus-apus semua cerita romantis ala drama korea). Plussss yaaa si suami pamit ronda komplek, zzzzzzz jadilah ngambek, mewek sejadi-jadinya. Kenapa sih lelaki itu dimana-mana sama (GAK PEKA). 
Gak bisa tidur, akhirnya nonton tv sampai suami pulang jam 12an, doi kaget kali ya liat saya senderan   Duduk di sofa sambil mbrebes mili ala-ala ani nya bang rhoma.
Hahahhaha selanjutnya suami yang emang bakat ngelawak bisa bikin saya lagi-lagi luluh gak bisa marah dan berakhir ngakak.
Diakhiri dengan review kami setahun ini dan wishlist kami jangka pendek setahun kedepan akan bagaimana walau gak detail. Pastinya dia punya pemikiran yang lebih visioner ketimbang saya, saya percayakan semua ke dia dan yakin semua rencananya sudah dipertimbangkan matang-matang.

Happy 1st Anniversary suamiku sayang, puji syukur Alhamdulillah atas semua pencapaian kita selama satu tahun bersama, semoga Allah senantiasa menolong kita menunjukkan jalan yang lurus, semoga kita bisa melalui semua nya bersama-sama. Semoga kita bisa hijrah menjadi dua insan yang lebih baik lagi. Semoga kita dijadikan keluarga yang sakinah mawahdah warohmah, semoga dipanjangkan jodoh kita sampai kakek nenek sampai ajal yang memisahkan, amin. Terima kasih sudah menerimaku apa adanya. Terima kasih sudah mencintaiku, terima kasih sudah menjadi ayah dari putri kecilku Hana. 



I Love You!

*kisskisskiss








Kamis, Juni 09, 2016

Bukber

  20 comments    
categories: 
Hi Reader!

Masih seputar pernak-pernik Ramadhan nih. Kali ini saya akan membahas tentang bukber.
Bukber (Buka Puasa Bersama) adalah kegiatan buka puasa secara bersama-sama yang dihadiri oleh beberapa orang yang tergabung dalam satu keluarga, komuntas dan organisasi (menurut saya).

Seperti biasa di saat pertengahan bulan Ramadhan, mengapa pertengahan? karena saat awal biasanya masih fokus tarawih berjamaah di masjid, ingin bukber bersama keluarga inti. Sedangkan di akhir biasanya sudah sibuk dengan persiapan lebaran, baju lebaran, kue-kue dan mudik. Jadi pertengahan Ramadhan adalah waktu yang biasanya padet-padetnya antrian untuk bukber. Dari mulai Bukber temen geng, bukber bareng kantor, bukber bareng client, bukber bareng temen kampus, bukber bareng teman di kantor lama, bukber temen SMA, bukber temen SMP, bukber temen SD.
Hahaha banyak banget kann... dulu nih jaman masih jomblo hampir semua bukber bisa di datengin, semenjak nikah hanya beberapa yang posisinya strategis, masih sering ketemu orang-orangnya apalagi kalo gretong hahahahah (maklum emak-emak). Biasanya kalau sekarang paling ikutan bukber di kantor dan bukber geng aja.

Apa sih gunanya bukber? sejauh ini sih yang saya dapatkan mempererat tali silaturahmi, apalagi dengan teman-teman kita yang udah lama gak ketemu, ya sekalian ajang reuni juga. Tetapi jangan sampai lupa solat magrib, isya dan tarawih ya kalau lagi bukber. ^ ^


Rabu, Juni 08, 2016

Rasanya Kalau Kesiangan dan Gak Sahur

  6 comments    
categories: ,
Hi Reader!

Pernah gak sih kalian ngerasain gak sahur karena kesiangan?
Hampir semua kayaknya pernah dong ya, Yap di sahur yang ke 4 ini saya dan suami bangun sangat-sangat kesiangan, kami baru bangun jam setengah 6 pagi tadi hiskshiks.....
Padahal jam 1 malem udah bela-belain masak nasi (masalah lauk pikirin nanti pas jam sahur) eh ternyata kesiangan. Memang sih kami sampai rumah agak larut, jam 12 lewat, soalnya kebetulan suami lagi tugas piket kantor buat harian yang terbit pagi ini. Padahal sepanjang perjalanan pulang dari karet ke rumah saya tidur lho, saking gak kuat nahan kantuknya (hihihi maap ya suamiku nyetir sendirian).
Yap, ini pertama kali di tahun ini saya dan suami tidak sahur. Alhamdulillah ya, entah kenapa walaupun gak sahur tapi gak lemes, mungkin karena memang niat dan kebawa suasana bulan Ramadhan.
Sampe kantorpun kesiangan banget, untung ya sih lagi gak di projek jadinya bisa lebih fleksibel jam kerjanya, begitupun suami yang lagi tugas di divisi lapsus di kantornya.

Nah saya mau tau nih, apa yang kalian lakukan sih kalau kesiangan sahur?

Hehehehe nyampah banget ya, maap ya maap ya maap ya .....

Bhay.....

Ramadhan Zaman Saya SD

  12 comments    
categories: ,
Hi Reader!

Tidak terasa sekarang sudah Bulan Ramdhan, Alhamdulillah Ramadhan tahun ini sudah ada suami dan putri saya berusia 3 tahun. Seperti biasa, banyak banget hal-hal yang cuma ada di bulan Ramadhan, misal yang biasanya bangun tidur jam 5 atau setengah 6, pas bulan Ramadhan jam 3 udah bangun, usek-usek di dapur siapin makanan untuk sahur.

Kegiatan dan Game saat Ramadhan
Jadi teringat zaman-zaman masih SD saat bulan Ramadhan tiba. Biasanya nih setelah sahur, saya udah disamper teman - teman sepermainan buat sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah. Setelah itu kami tadarusan dan mengkaji makna dari tiap ayat (indah banget ya masa kecil saya) selesai mengaji kami sholawatan (biasanya belajar dari album cinta rasul). Kalau kalian seangkatan dengan saya pasti tahu dong seri album Cinta Rosul nya Hadad Alwi dan Sulis yang biasanya launching setiap bulan Ramadhan, dan paling sering diputer di tv pada masa itu. 
Setelah itu kami berkumpul dilapangan untuk bermain permainan outdoor, kami bermain gobak selodor, petak jongkok, petak umpet, petasan, lompat tali. 
Saat cuaca diluar udah mulai terik, kami melanjutkan permainan indoor yang biasanya kami mainkan berpindah-pindah teras rumah orang (cari yang terasnya luas dan bersih). Biasanya kami main bola bekel, congklak, monopoli, orang-orangan. Pada masa itu  Alhamdulillah anak-anak belum mengenal gadget, gak seperti zaman anak saya yang bayi aja maunya main Ipad terus :'(
Biasanya kami menunggu abang - abang tukang ager (tapi bukan mau beli ager) melainkan untuk membeli permainan-permainan baru, adalagi yang kami tunggu - tunggu itu adalah buku komik gareng-petruk, buku cerita surga neraka, dan buku Hidayah yang ngehits banget zaman itu (kalo buku hidayah biasanya sih boleh pinjem dari temen) hehehehe.

Siang menjelang sore
Lalu saya menyempatkan waktu untuk pulang kerumah sekedar menengok mama yang sedang mempersiapkan menu buka puasa, dan biasanya jika ada bahan - bahan yang kurang saya diperintahkan untuk membelinya ke warung.
Untuk televisi, tayangan favorit saya adalah Lorong Waktu (angkatan saya pasti tau sinetron Ramadhan yang ngehits di bulan Ramadhan ini). Sinetron ini bercerita tentang seorang anak bernama zidan yang berpetualang bersama Pak Haji (yang di perankan oleh Dedi Mizwar). Petualangan mereka dilakukan dengan alat yang disebut lorong waktu. Hal yang paling saya ingat dengan lorong waktu ini adalah saat dimana pak ustadz menekan tombol enter hahahha.

Ngabuburit
Menunggu magrib atau ngabuburit saya biasanya sibuk-sibuk isi buku harian bulan Ramadhan, setiap habis solat fardu centang, sahur centang. Pelajaran yang saya dapat dari centang mencentang kegiatan itu adalah melatih kedisiplinan dan sebagai alarm pengingat juga. Menjelang magrib kan biasanya ada kultum di setiap stasiun televisi, mulailah sibuk mencatat apapun yang ustadz katakan di televisi. Berantakan tulisannya gak nyambung yang penting penuh hahaha. Pelajaran yang saya dapat dari menulis setiap ceramah adalah melatih kita mendokumentasikan ilmu yang kita dengar dan ketahui.
Biasanya detik-detik menunggu azan magrib, segala macam hidangan sudah tersedia di ruang makan, waktu saya kecil keluarga saya lebih suka berbuka puasa bersama-sama lesehan di ruang tv, sambil menonton TV, nah acara - acara saat magrib biasanya diisi dengan sinteron sinteron Ramadhan yang sedih-sedih, cerita menantu yang di dzolimi lah, cerita anak angkat lah, cerita suami yang lupa diri lah. Seingat saya sinetron-sinetron Ramadhan yang ngehitz dulu itu diperankan oleh Krisdayanti ada juga yang diperankan oleh Tamara Blenzinky yang soundtracknya jadi ngehits banget kala itu, biasanya ciptaan Choosy Pratama (seingat saya hihihi).

Tarawih
Selesai berbuka puasa dan solat magrib dirumah, biasanya saya menuju masjid dekat rumah bersama teman-teman. Sebelum solat isya kami biasanya tag-tag an tempat solat, karena saya perempuan biasanya solat di teras atau diluar masjid. Biasanya kami jajan-jajan atau nyemil -nyemil cantik sebelum solat Isya (ada tukang somay abang-abang pake sepeda yang enak banget somaynya hiks saya kangen makan somay itu, ada lagi sate-sate an biasanya kikil atau usus yang laris manis).
Selanjutnya sholat isya dilanjut solat tarawih. Selesai solat tarawih biasanya kami para anak-anak SD berlari-lari mengejar pak ustadz penceramah untuk diminta tanda tangannya (Ramadhan kala itu seketika menjadikan bapak-bapak ustadz menjadi seleb yang paling dicari usai solat tarawih).

Sahur
Saat sahur tiba, biasanya para sesepuh masjid yang membangunkan para warga dengan soundsystem masjid, bahkan tak jarang beliau menyebut satu - persatu nama kepala keluarga di wilayah tersebut, sontak kami yang mendengar dari rumah menjadi tertawa atau senyum-senyum gak jelas. Sambil menunggu mama selesai masak atau kadang nganget-ngangetin masakan yang dimasak sore hari (hehehhe) saya, adik dan bapak biasanya nonton acara sahur di TV, kala itu ngehits banget acara sahur yang dipandu oleh duo kocak Eko Patrio dan Ulfa (ntah dimana ulfa sekarang ya?).
Selesai sahur biasanya temen-teman sudah nyamper dari rumah-kerumah untung mengajak solat subuh berjamaah di masjid.

Seperti itu terus setiap hari selama bulan Ramadhan, bedanya hanya jika ada acara pesantren kilat di sekolah, itupun biasanya hanya 3 hari selama bulan Ramadhan.

Sekian kurang lebih kegiatan saya waktu kecil (yang saya ingat) selama bulan Ramadhan tiba. Tetapi semenjak SMP sampai sekarang kegiatan saya di Bulan Ramadhan sudah jauh berbeda dengan kegiatan Ramadhan dimasa kecil. Terkadang sangat rindu masa-masa indah itu, tapi ya gak mungkin lah harus sadar diri udah emak-emak.

Bagaimana dengan kalian? apakah sama? apakah lebih seru? yuk sharing ^^




Rabu, Juni 01, 2016

Menjelajahi Kota Bandung Bersama Keluarga

Hi Traveller!

"Halo – halo Bandung kota kenang-kenangan".

Bandung, semua kisah tersimpan dikota itu.
Senyum, tawa, tangis, marah, jatuh cinta, patah hati, jatuh bangun semua pernah dilalui dikota itu. Pertama kali menginjakkan kaki di kota Bandung adalah saat study tour kelas 2 SMA. Lalu perpisahan kelas 3 SMA kembali lagi diadakan dikota kembang itu lagi. Makin jatuh cinta, ketika melihat jalan – jalan yang bersih, mengirup udara yang masih segar jika dibandingkan dengan udara Jakarta atau Bekasi. Butik-butik, distro, café – café yang unik yang masih jarang sekali terdapat dikota lain pada masa itu (sekitar tahun 2005). Dalam hati ingin sekali tinggal atau meneruskan pendidikan dikota itu. Setelah melewati kampus-kampus ternama seperti ITB, UNPAD dan UPI. Makin-makin mupeng kuliah di kota itu.
Alhamdulillah Allah mengabulkan keinginan saya, akhirnya saya keterima kuliah salah satu perguruan tinggi di Bandung (read Telkom University) tahun 2007. Dan tak tehitung kisah telah terukir disana. Hahaha asyudahlahhhh……. Intinya saya merasa beruntung pernah tinggal, menuntut ilmu dan memiliki KTP Kota Bandung.
Kali ini sebenarnya saya ingin berbagi pengalaman kembali bernostalgia ke kota Bandung. Sebenarnya bisa dibilang sering sih ke kota ini setelah tidak tinggal lagi di Bandung, yang istimewa adalah saya kesini bersama dengan suami dan putri kecil kami Hana pada akhir Februari 2015.
Tempat – tempat yang kami kunjungi adalah:

1. Arcamanik Golf
Sampai ditempat ini, sebenarnya ingin mengurus surat untuk keperluan cabut berkas untuk pindah kota, berhubung saat itu kebetulan hari jumat, jadilah menunggu suami solat jumat sedangkan saya dan Hana menikmati es kelapa pinggir jalan.
Setelah suami selesai solat jumat, kami meneruskan perjalanan, tetapi kami melihat arena bermain anak-anak di taman arcamanik, lokasinyatidak jauh dari pacuan kuda arcamanik dan lapangan golf arcamanik dan kamipun melipir sebentar untuk menemani si Princes main perosotan, ayunan dan jungkat-jungkit ditaman tersebut.
Hana asik main balon sabun
Hana dan papa main perosotan
2.  Menginap di V hotel & Residences
Setelah melalui perjalanan cukup panjang Bekasi-Bandung dan selesai dengan urusan di arcamanik beristirahat di V hotel & Residences menjadi pilihan, over all tempatnya sangat menyenangkan, dan sangat friendly untuk keluarga yang membawa anak-anak. Ruangannya cukup luas, interiornya minimalis, kebersihan kamar dan tolietnya sangat terjaga. Fasilitasnya cukup lengkap, ada swimming pool, kids corner, gym, speed wifinya cukup kencang, restaurant, basement parking, cafe.

View dari kamar

Kolam renang

Gym dan Kids Corner

Kamar Hotel
3. Gazibu & Monumen Perjuangan
Pagi-pagi kami mencari bubur ayam untuk sarapan Hana, akhirnya kami memutuskan untuk ke gazibu yang letaknya di depan PT. Telkom di Jalan Japati. Bubur ayam nya sangat antri, enak dan ternyata sangat murmer hanya 5.000 rupiah saja.
Hana dan papa 

Hana berpose didepan PT Telkom

4. Kantin AA
Lanjut bernostalgia jaman-jaman saya ngekos didaerah sekeloa dipatiukur, makan di kantin AA. Buat yang pernah ngekos didaerah ini pasti tau legendarisnya kantin mahasiswa ini. Dengan harga yang murah dengan pilihan menu yang banyak dan sangat menggoda selera, terutama lidah-lidah orang jawa seperti saya ini.
Kantin AA
5. Museum Geologi
Setelah sekian lama akhirnya berkunjung kesini lagi, terakhir berkunjung ke museum ini sekitar tahun 2007, dan sekarang saya kesini bersama suami dan anak saya.
Hana dan papa
weeeeeeee
Hohoho papa nyeremin
6. Taman Robot
Awalnya sampai ditempat ini karena mengjar Bandros. Bus pariwisata yang sedang ngehits di kota Bandung itu lho. Browsing – browsing banyak yang bilang halte bandros letaknya di belakang gedung sate. Tanya – tanya tukang parkir katanya ada di taman yang ada robotnya. Sampailah di taman robot dan kami tidak menemukan halte Bandros. Akhirnya kami duduk – duduk sambil lihat Hana yang asik dengan balon sabun nya dan excited nya dengan robot yang ada yang ditaman itu.
Main bersama robot

Main balon sabun
7.  Alun-alun Masjid Raya Bandung
Masih edisi mengejar Bandros, setelah tidak mendapati halte di taman robot, kami diarahkan ke alun-alun oleh info yang kami dapatkan dari Internet. Sesampainya di alun – alun masjid raya Bandung kami bertanya letah halte bandros ke satpol PP disana. Beliau bilang kalau mau naik Bandros itu dari balaikota Bandung dekat polrestabes Bandung. Dan lagi-lagi harus nyegir, tapi sudah sampai alun-alun, mending lanjut main deh disana sebentar. Alun-alun Bandung sekarang rapih, bersih, indah, jauh sekali seperti terakhir lewat sana sekitar tahun 2013.
Majid Raya Alun- alun Kota Bandung

Papa ramboooo
8. Balaikota Bandung
Akhirnya sampai di Balaikota Bandung, dari luar sudah terlihat satu Bandros, wahahahah sudah berbunga-bunga membayangkan keliling Bandung bersama suami dan Hana naik Bandros. Lalu bertanya ke patugas keamanan disana, dan lagi-lagi tenyata jawabannya sangat mencengangkan. Ternya Bandros sedang tidak beroprasi untuk beberapa waktu yang lama belum ditentukan. Jreng…..oke mari duduk sejenak sambil liat anak-anak bermain sepeda di balaikota. Kebetulan hari itu adalah hari minggu. Jadi banyak warga yang datang ke Balaikota untuk sekedar jogging atau berolahraga bersama keluarga.
Jepret dulu sis....
9. Telkom University
Nah jujur, ini salah satu tempat incaran setiap kali ke Bandung. Ya kangen masa-masa kuliah di daerah Bojongsoang ini. Tapi kalaupun disuruh untuk mengulang masa-masa itu jawabannya ogah, hahaha… Sekarang kampus ini sangat keren (daridulu aja udah keren, bayangin sekarang lebih keren) hahahha…. Iya aja biar seneng.
Berpose di tempat mama kuliah dulu

Telkom University

10. Mie ayam Jabrig
Ke daerah Telkom University rasanya kurang cetar kalo gak mampir ke tempat ini, salah satu tempat makan mie ayam favorit jaman kuliah. Rasanya masih sama, Cuma tempat nya aja yang udah pindah di dekat gang PGA.
Semangkuk mie ayam jabrig

Hana pun suka

11. Café Tupai
Sore-sore cuaca saat itu pun sedang hujan lebat. Untung di lobby Hotel ada café unyu. Namanya Tupai Café. Tempatnya unik, interiornya ya seprti café-café kekinian pada umumnya. Menunya lebih ke dessert seperti ice cream, aneka olahan coklat dkk.
Roti bakar dan ice cream tupai cafe

12.  Mall Paris Van Java (PVJ)
Si Balita udah nagih odong-odong terus, akhirnya kami memutuskan untuk ke PVJ karena letaknya paling dekat dari hotel. Sampai di PVJ ternyata si princes tertidur pulas. Tega gak tega akhirnya saya bangunkan “ Hana sayang, bangun nak itu ada odong-odong” seketika langsung melek dan nyari “mana-mana” hahahha.
Bobo

Naik odong-odong

13. Kedai Rimbun
Berhubung udah kemaleman kami memutuskan untuk makan di hotel saja. Ada restoran di hotel tempat kami menginap, namanya Kedai Rimbun. Pas sekali sudah mau tutup, tapi masih ada beberapa yang late dinner seperti kami. Tempatnya bagus, unik dan rimbun seperti namanya.
Kedai Rimbun

Sushi seblak

Nasi Goreng rimbun pesanan papa yang sangat menggoda
14. Distro
Kurang afdol rasanya kalau kebandung tidak berbelanja, kami berburu sepatu.
Cari sepatu 
15. Istana Sepatu
Kami juga ketempat ini untuk membeli beberapa sepatu untuk saya, Hana dan Uti.
Istana sepatu
16. Taman Lalu lintas
Penasaran akan isi taman lalu lintas ini mengajak kaki saya melangkahkan kaki ke sini. Pas timing nya membawa balita, karena kalau dari namanya pasti banyak arena-arena untuk anak-anak. Dan benar, didalamnya itu rimbun sekali banyak permainan-permainan, patung-patung binatang, rambu-rambu lalu –lintas untuk edukasi dan lagi-lagi ada sekumpulan odong-odong.
Naik kereta

Taman lalu lintas

17. Kedai Waka-waka
Ajak suami dan anak ke salah satu tempat nongkrong yang sedang ngehits di kota Bandung yaitu kedai waka-waka kebetulan letaknya tidak jauh juga dari hotel.
Kedai Waka-waka

18. Disdukcapil Bandung
Sebenarnya inilah tujuan utama ke Bandung, setelah berkutat ke RT, RW, Kelurahan, Kecamatan dan Polsek akhirnya giliran ke Disdukcapil untuk mengurus surat pindah. Agak kaget ternyata sudah sangat antri disini padahal masih pagi sekali, ternyata tangka keluar masuk penduduk suatu kota cukup tinggi juga ya ternyata.
Antrian di Disdukcapil kota Bandung

Daripada bete nunggu mama, main tab aja
Sekian cerita saya bersama keluarga mengurus suatu hal sambil jalan-jalan. Semoga bermanfaat buat kalian yang akan ke kota Bandung tapi masih bingung akan kemana. Semoga tulisan saya ini bisa menjadi referensi kalian. ^^

Senin, Mei 30, 2016

Catatan dari Kubu Raya dan Pontianak

  1 comment    
categories: ,
Hi Traveller!

Kali ini saya akan berbagi pengalaman kunjungan saya ke Kalimantan Barat hampir satu tahun yang lalu tepatnya di bulan suci Ramadhan tahun 2015.
Singkat cerita, awalnya saya diminta mama untuk menemani kerumah adiknya (paman saya) didaerah Sungai Raya, Kubu Raya Kalimantan Barat. Sesampainya dibandara Supadio saya dijemput paman dan sepupu saya dengan menggunkan sepeda motor. Awalnya agak kaget ternyata motor bisa parkir di bandara ya kalau didaerah (enaknya).
Gak lama kemudian tibalah kami dirumah paman saya, didaerah ini rata-rata rumahnya terbuat dari kayu, dan agak seperti ada ganjalan dibawahnya (mirip-mirip rumah panggung). Tapi rumah paman saya sudah berupa tembok layaknya rumah di Jakarta. Suasananya masih enak ala –ala pedesaan walau matahari lumayan terik disana, tetapi masih banyak pohon jadi panas – panas sepoi sepoi angin dari dedaunan (swing swinggg).

1. Monumen Pesawat 
Saya diminta untuk mengantar sepupu ke toko, didaerah angkasa pura, disana saya melewati monumen pesawat. Akhirnya kami berhenti untuk sekedar mengambil foto monumen tersebut. 
Monumen Pesawat
Keesokan harinya, saat membuka mata, membuka pintu belakang menuju balkon. Saat melihat ke belakang rumah dari lantai 2, disuguhkan pemandangan mirip hutan dengan pepohonan yang lebat walaupun itu ternyata hanya kebun saja.
Pemandangan dibelakang rumah 
2. Alun-Alun Pontianak dan Sungai Kapuas dimalam hari
Pada malam hari, saya sepupu ke alun – alun kota Pontianak, disini crowded banget. Saya tertarik untuk naik perahu keliling sungai Kapuas dimalam hari. Indah banget, romantis banget pokoknya kapuas dimalam hari.
Mengelilingi sungai kapuas dengan kapal dimalam hari
3. Kuliner Sotong Pangkong Khas Pontianak
Sepanjang perjalanan malam banyak saya lihat penjual lesehan yang menjual seperti cumi-cumi kering, ternyata kuliner tersebut adalah sotong pangkong khas pontianak yang sangat terkenal. Kebetulan sekali saat itu bulan suci Ramadhan, jadi saya punya kesempatan buat icip-icip kuliner unik ini.
Sotong Pangkong
4. Sungai Kapuas 
Tidak jauh dari rumah paman saya juga sudah membentang sungai Kapuas (salah satu sungai yang terkenal di Indonesia). Walau harus berjalan beberapa meter dan harus melewati pemukiman warga sebelum ketempat ini.
Kapal Tongkang sejauh mata memandang
Dan saya pun sangat excited, minta diantarkan sepupu yang baru lulus SMP menuju sungai, wow sesampainya disana, excited lagi karena ngeliat kapal tongkang pembawa batu bara (kata sepupu saya) yang berlalu lalang kesana kemari, amazing ya. Banyak penduduk sekitar yang mencuci dan mandi dipinggiran di sungai ini. Walau airnya tidak jernih kalau menurut saya.
Salam damai dari sungai raya hahahha
 Sekedar informasi didaerah paman saya ini agak susah air jika musim kemarau tiba, air pompa tanah tidak jernih warnanya agak coklat, jadi warga sekitar banyak yang punya gentong, toren atau penampungan air yang besar-besar yang berfungsi untuk menampung air disaat hujan turun. Tidak jauh dari sungai kapuas terdapat kerangka sampan yang agak terbengkalai dan saya jepret hahaha.
Kerangka sampan buatan penduduk sekitar sungai kapuas
5. Masjid Raya Mujahidin Kalimantan Barat
Berhubung saat itu bulan Ramadhan, saya tidak terlalu banyak berkegiatan keluar rumah, karena menghemat tenaga dan menghindari teriknya matahari.
Saat sore tiba saya mengajak sepupu saya kekota Pontianak. Saya tertarik dengan Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Masjid Raya Mujahidin Pontianak

Foto dulu sis hahaha


Arsitektur Interior Masjid yang sangat indah
Saya mengajak sepupu kesana, ternyata di pelataran depan masjid Mujahidin ada festival jajanan yang hanya ada di bulan Ramadhan, disana sama membeli banyak sekali macam-macam takjil, dari yang biasa saja seperti bakwan sampai yang khas seperti cai kue.
Makanan Takjil Khas Kalimantan Barat
6. Oishi Ramen Dan Takoyaki
Selanjutnya saya mampir ke salah satu cafe unik yang sedang ngehits banget buat anak-anak muda Pontianak yaitu Oishi Ramen Takoyaki.
Pernak-pernik cafe yang unik

Design interior lampu

Lampu dinyalakan

Ada cerobong asap juga

Jendela-jendela ala rumah dongeng

Interior kekinian 

Ini ramen dan minuman pesanan saya

Narsis bareng sepupu 
Disini kamu bisa kongkow bareng geng kesayang kamu, keluarga kamu, atau ngedate sama pasangan kamu. Tempatnya ramai tapi gak berisik, asli suasananya asik banget. Harga masing-masing menu pun sangat standar sehingga gak membuat kita merogoh kocek yang dalam. 
Disini kamu juga bisa puas foto-foto dengan background yang kece - kece, pelayanan pramusajinya juga bagus, ordernya cepat dan ramah.
Oia waktu bayar ke kasir saya lihat ada pohon harapan gitu, sambil iseng-iseng nunggu kembalian saya dikasih kertas dan pulpen oleh kasir dia bilang silahkan kak bisa isi harapan kakak apa, untuk ditaruh dipohon ini, okelah saya tulis panjang lebar hahahha berasa curcol sih itumah hahaha.

7. Rumah Radakng (Rumah Adat Suku Dayak)
Rumah Radank adalah sebutan untuk rumah panjang suku Dayak Kanayatn di provinsi Kalimantan Barat.  Rumah ini cukup aktif dalam menampung aktivitas kaum muda dan sanggar seni Dayak. 
Pintu ukiran khas suku dayak yang keren banget

Patung burung Enggang atau burung Rangkong

Ruangan - ruangan di rumah radakng

Teras rumah Radakng

Banyak jendela

Bangunan yang tinggi

Kolam

Sudut rumah radakng

Tangga khas rumah dayak
8. Belanja Oleh-oleh dan cinderamata khas Kalimantan Barat
Sebelum kembali ke Jakarta, saya mengajak sepupu membeli oleh-oleh berupa kaos, cinderamata, dan makanan khas daerah ini.
Bermacam pernak-pernik khas Kalimantan Barat

Miniatur tugu khatulistiwa dan senjata khas Suku Dayak
Sekian cerita singkat saya tentang perjalanan saya di Kalimantan Barat selama 3 hari. Over all sangat senang banget jalan-jalan kesini, suka sama orang- orangnya yang ramah, tempat nya unik dan keren. Semoga bisa kesini lagi dilain kesempatan, I love West Borneo........


Sayonaraaa..... :'(

Thanks buat yang udah semepetin baca, yang ada tambahan silahkan di komen. terima kasih ......  ^^